PB PARFI

PB PARFI

PB PARFI Melaksanakan Rapat Pleno 2020 Untuk Persiapan RAKERNAS 2021

Share:

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB PARFI) sebagai organisasi profesi dibidang keartisan film terbesar dan tertua di Indonesia, telah mengadakan Rapat Pleno 2020 di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan pada hari Senin (29/12/2020).

Rapat Pleno tersebut dihadiri oleh 95% Pengurus Besar, Ketua Dewan Kehormatan (DK) PB PARFI, Bapak Kusumo Prijono, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) PB. PARFI, Bapak Pong Harjatmo, serta beberapa tamu undangan yang diperkenankan hadir di Rapat Pleno yang bersifat tertutup dan terbatas tersebut.

Dalam kesempatan kali itu, Gusti Randa, S.H. selaku Sekretaris Umum PB PARFI, menjadi pimpinan sidang Rapat Pleno PB PARFI 2020.

Di dalam rapat itu, para peserta membahas laporan kegiatan selama kurun waktu sejak Kongres PB PARFI 2020 hingga akhir tahun buku 2020 dan membahas proyeksi langkah-langkah kedepan menuju Rapat Kerja Nasional PB PARFI dan pembentukan Program (resmi) PB PARFI yang direncanakan berlangsung pada Maret 2021.

Menurut Gusti Randa, terjadinya Rapat Pleno ini adalah preseden yang baik dan progresif demi terciptanya tatanan organisasi PARFI yang lebih baik lagi.

“Terobosan dalam segala bidang itu penting, bila bertujuan untuk kemajuan dan kebaikan, kenapa tidak?. Negeri ini bisa eksis karena adanya terobosan brilian dari para pendahulu bangsa. Diteruskan oleh generasi berikutnya. Kita juga akan melakukan hal itu” kata Gusti.

KSB PB PARFI. Foto dari Kiri ke Kanan: Gusti Randa, S.H. (Sekretaris Umum) – Alicia Djohar (Ketua Umum) – Evie Singh (Bendahara Umum) PB PARFI.

Demikian juga menurut Alicia Djohar, selaku Ketua Umum PB PARFI yang terpilih hasil Kongres XVI di Jakarta, bahwasanya kedepan PB PARFI akan menginventarisir aset-aset PARFI termasuk posisi PARFI di YPPHUI dan di masyarakat perfilman tanah air.

“PARFI mempunyai perananan penting di PPHUI dan juga melahirkan banyak organisasi lain terkait Film. Kita juga punya peranan besar seharusnya di Badan Perfilman Indonesia (BPI) dan di masyarakat perfilman di Indonesia ini.” demikian kata Alicia.

Kusumo Prijono dan Pong Harjatmo menyambut baik langkah-langkah yang diambil oleh Pengurus Besar.

Pong Harjatmo, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) PB PARFI, sedang menyampaikan pidato.

“Kami mendukung langkah-langkah terobosan yang dilakukan PB PARFI selama baik dan berdampak pada peningkatan mutu profesional organisasi, kami dukung” kata Pong.

Rapat Pleno 2020 ini dihadiri oleh Ketua-ketua Bidang, termasuk ketua-ketua lembaga dibawah naungan PB PARFI seperti LBH PARFI dan Yayasan Artis Film Indonesia (YAFI).

Ketua LBH PARFI, Coky Sinambela mengatakan bahwa hadirnya LBH PARFI ini sekaligus bisa mengikat kerjasama dengan bidang hukum PB PARFI dalam menyelesaikan kasus-kasus yang menimpa Artis, bukan hanya yang terdaftar sebagai anggota PARFI, tapi juga artis-artis non-PARFI.

“LBH ini terbuka untuk artis, kita akan advokasi dan bantu baik prodeo maupun probono” kata Coky dalam kesempatan itu.

Yang menarik dalam kegiatan Rapat Pleno ini juga terdapat pemberian ‘tanda kasih’ berupa paket groceries / living stock, dari PB PARFI untuk pengurus dan masyarakat sekitar.

Dipunggawai oleh aktris senior Lela Anggraeni selaku Ketua Bidang Kesejahteraan dan Sosial PB PARFI, tanda kasih tersebut dibagi rata kepada seluruh peserta dan masyarakat sekitar. Menurut Lela Anggraeni, hal ini selains sudah menjadi kegiatan rutin bidang KesraSos, juga bertujuan dalam rangka membina hubungan baik antar pengurus dan juga antar lembaga serta masyarakat perfilman dan non perfilman di sekitar PARFI.

“Mudah-mudahan tanda kasih ini bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan juga pengurus PB PARFI. Gak banyak kok, jangan lihat bendanya, tapi lihat nilai atau value sosialnya, semoga terhitung sebagai kebaikan.” pungkas Lela.

Acara Rapat Pleno PB PARFI 2020 tersebut berlangsung lancar dan khidmat.

Internal Report
Editor: ILK

More to explorer

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

Film Indonesia yang pertama kali merengkuh sejuta penonton adalah Nagabonar Jadi 2 dengan perolehan 1.246.174 penonton, disusul Get Married yang mematahkan rekor sebelumnya yaitu 1.389.454 penonton dan Quickie Express dengan perolehan 1.018.654 penonton yang semuanya ditayangkan pada 2007.

More Posts

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

Film Indonesia yang pertama kali merengkuh sejuta penonton adalah Nagabonar Jadi 2 dengan perolehan 1.246.174 penonton, disusul Get Married yang mematahkan rekor sebelumnya yaitu 1.389.454 penonton dan Quickie Express dengan perolehan 1.018.654 penonton yang semuanya ditayangkan pada 2007.

Organisasi Artis

Cuma yang jarang diketahui masyarakat luas, dari 100 judul lebih film nasional yang masuk ke bioskop, cuma 10 persen yg meraup untung, 30 persen BEP, sisanya nyungsep sampe benjut-benjut dan “patah iga”.