PB PARFI

PB PARFI

Persentase Judul Film yang Ditayangkan oleh Perusahaan Bioskop Menurut Genre (Persen), 2014-2018

Share:

Persentase Judul Film yang Ditayangkan oleh Perusahaan Bioskop Menurut Genre (Persen)

Genre201420172018
Drama20,86024,02041,340
Komedi9,10010,75010,140
Thriller7,0709,4409,200
Fantasi10,0509,0608,740
Aksi30,33022,55010,700
Religius4,690
Horor16,51016,22012,310
Animasi6,4105,620
Lainnya1,4001,5501,950
Jumlah100,000100,000100,000
Sumber: BPS, Survei Perusahaan Informasi dan Komunikasi 2013‒2014 dan 2017, Survei Karakteristik Usaha 2019.Catatan:- Survei Perusahaan Informasi dan Komunikasi terakhir dilaksanakan tahun 2015; survei dilakukan kembali pada tahun 2018.- Pada tahun 2019 Survei Perusahaan Informasi dan Komunikasi berubah menjadi Survei Karakteristik Usaha.- Survei Karakteristik Usaha 2020 tidak dapat menghasilkan indikator ini untuk tahun data 2019 karena Pandemi Covid-19. 

More to explorer

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

Film Indonesia yang pertama kali merengkuh sejuta penonton adalah Nagabonar Jadi 2 dengan perolehan 1.246.174 penonton, disusul Get Married yang mematahkan rekor sebelumnya yaitu 1.389.454 penonton dan Quickie Express dengan perolehan 1.018.654 penonton yang semuanya ditayangkan pada 2007.

Organisasi Artis

Cuma yang jarang diketahui masyarakat luas, dari 100 judul lebih film nasional yang masuk ke bioskop, cuma 10 persen yg meraup untung, 30 persen BEP, sisanya nyungsep sampe benjut-benjut dan “patah iga”.

More Posts

Daftar film Indonesia terlaris sepanjang masa

Film Indonesia yang pertama kali merengkuh sejuta penonton adalah Nagabonar Jadi 2 dengan perolehan 1.246.174 penonton, disusul Get Married yang mematahkan rekor sebelumnya yaitu 1.389.454 penonton dan Quickie Express dengan perolehan 1.018.654 penonton yang semuanya ditayangkan pada 2007.

Organisasi Artis

Cuma yang jarang diketahui masyarakat luas, dari 100 judul lebih film nasional yang masuk ke bioskop, cuma 10 persen yg meraup untung, 30 persen BEP, sisanya nyungsep sampe benjut-benjut dan “patah iga”.